<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Detak Nurani &#187; Paus</title>
	<atom:link href="http://www.detaknurani.com/tag/paus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.detaknurani.com</link>
	<description>.:: belajar jujur &#38; setia ::.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Jun 2010 14:42:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Agama harus menolak kekerasan</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2009/03/20/agama-harus-menolak-kekerasan/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2009/03/20/agama-harus-menolak-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 06:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumardiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[eden]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Paus]]></category>
		<category><![CDATA[perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.detaknurani.com/?p=1106</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Kasus kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah, pendirian rumah ibadah, serta konflik-konflik seperti Ambon dan Poso tak boleh diberi ruang untuk berkembang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p><img class="alignright" title="teachpeace.com" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:GBmsYJhrh5qqiM:http://www.teachpeace.com/children%2520peace%2520world%2520sm.JPG" alt="" width="135" height="137" />Berita di <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/03/20/09381162/paus.agama.harus.menolak.kekerasan" target="_blank">Kompas </a>hari ini, Paus Benediktus XVI menyampaikan agar agama menolak kekerasan di hadpaan 22 pemimpin agama di Kamerun. Ini adalah sebuah pesan tepat untuk peradaban manusia saat ini.</p>
<p>Pesan semacam ini adalah pesan yang universal. Pesan semacam ini seharusnya muncul dari semua pemimpin agama.</p>
<p><span id="more-1106"></span>Tak hanya sesekali, tetapi pesan semacam ini harus terus diulang dan didengungkan tanpa henti oleh pemimpin Yahudi, Kristen, Islam dan agama lainnya.</p>
<p>Perdamaian dan anti-kekerasan adalah pesan yang relevan untuk dunia yang saat ini penuh dengan kekerasan, baik atas nama politik ataupun keyakinan. Pesan ini harus terus ditujukan kepada siapapun, tak memandang agama, keyakinan, atau bangsanya.</p>
<p>Sebab, inilah pesan universal yang menyatukan seluruh ajaran Tuhan yang berbeda-beda.</p>
<p>***</p>
<p>Dalam konteks Indonesia, pesan ini harus terus didengungkan. Terutama oleh para pemuka Islam yang menjadi agama mayoritas penduduk ini. Setiap perbedaan, setajam apapun, tak boleh disikapi dengan kekerasan. Kekerasan yang dilakukan (walaupun dengan alasan membela agama) tak boleh disikapi dengan permisif dan tak boleh didukung.</p>
<p>Kasus kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah, pendirian rumah ibadah, serta konflik-konflik seperti Ambon dan Poso tak boleh diberi ruang untuk berkembang.</p>
<p>Hanya dengan konsistensi menyerukan perdamaian dan menutup sama sekali pintu kekerasan, ajaran agama akan menemukan ruhnya kembali yang dicabik-cabik oleh para radikal-militan yang membajak agama untuk kepentingan keegoannya dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2009/03/20/agama-harus-menolak-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
