<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Detak Nurani &#187; islam</title>
	<atom:link href="http://www.detaknurani.com/tag/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.detaknurani.com</link>
	<description>.:: belajar jujur &#38; setia ::.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Jun 2010 14:42:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apakah kata &#8220;Allah&#8221; hanya milik umat Islam?</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2010/03/05/apakah-kata-allah-hanya-milik-umat-islam/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2010/03/05/apakah-kata-allah-hanya-milik-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 03:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumardiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[God]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.detaknurani.com/2010/03/05/apakah-kata-allah-hanya-milik-umat-islam/</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Pagi ini, secara tak sengaja aku mendengarkan obrolan di meja makan antara mbak Titing dan YM.
&#8220;Beberapa waktu yang lalu secara tak sengaja saya mendengar ceramah dari masjid di dekat rumah yang menggunakan speaker keras hingga terdengar dari rumah ini. Isinya sangat keras,&#8221; kata mbak Titing.
Sambil makan, YM menyimak cerita mbak Titing. Aku yang duduk tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p>Pagi ini, secara tak sengaja aku mendengarkan obrolan di meja makan antara mbak Titing dan YM.</p>
<p>&#8220;Beberapa waktu yang lalu secara tak sengaja saya mendengar ceramah dari masjid di dekat rumah yang menggunakan speaker keras hingga terdengar dari rumah ini. Isinya sangat keras,&#8221; kata mbak Titing.</p>
<p>Sambil makan, YM menyimak cerita mbak Titing. Aku yang duduk tak jauh dari situ pun ikut mendengarkan.</p>
<p>&#8220;Penceramahnya membahas tentang istilah kata &#8216;Allah&#8217;,&#8221; lanjut mbak Titing. &#8220;Katanya, istilah Allah itu hanya milik umat Islam. Allah itu berbeda dengan Tuhan. Lihat saja, syahadat itu bunyinya tiada Tuhan selain Allah. Jadi, kalau ada yang menyebut Tuhan itu orang atheis.&#8221;</p>
<p><span id="more-1226"></span>&#8220;Wah segitu kerasnya ya sikap dan cara pandang umat Islam. Padahal, alasannya itu muncul dari terjemahan bahasa Indonesia saja terhadap kalimat syahadat,&#8221; kata YM.</p>
<p>&#8220;Kata Allah dan Ilah di dalam syahadat itu sendiri memiliki akar kata yang sama, hanya bentukannya saja berbeda. Lagipula, kata Allah itu bukan hanya muncul pada masa Islam saja, bahkan kata Allah itu sudah ada sejak zaman sebelum Islam. Lihat saja, nama bapaknya Nabi Muhammad itu adalah Abdullah, yang artinya hamba Allah. Fakta sederhana itu saja sudah menunjukkan bahwa istilah Allah bukan monopoli umat Islam. Apalagi, bapaknya Nabi Muhammad itu berasal dari suku Quraisy yang hampir dipastikan pagan,&#8221; YM melanjutkan sambil mengutip sebuah hadits terkenal yang menyatakan bahwa Abdullah, bapak Nabi Muhammad, itu berada di neraka.</p>
<p>&#8220;Kok bisa ya orang bisa sepicik itu, mempertentangkan istilah yang sepele, tak berpegang pada yang esensi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, di Malaysia lebih parah YM,&#8221; kataku menyahut. &#8220;Pemerintah Malaysia bahkan melarang umat Kristen menggunakan kata &#8216;Allah&#8217;. Ketika Pengadilan Tinggi menganulir larangan itu, rakyat marah dan ada pembakaran-pembakaran gereja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh sampai segitu ya?&#8221; tanya YM penuh tanda-tanya. Rupanya YM tak mengikuti berita kontroversi penggunaan kata &#8216;Allah&#8217; di Malaysia yang kembali marak di awal tahun 2010 ini. Kata <a href="http://bataviase.co.id/detailberita-10518299.html">Mahathir Muhammad</a> (mantan perdana menteri Malaysia), kata Allah itu hanya milik umat Islam.</p>
<p>***</p>
<p>Contoh penggunaan kata Allah di dalam nama Abdullah (bapak nabi Muhammad) yang lahir sebelum Islam itu menarik buatku. Itu contoh aktual yang sederhana, yang diketahui oleh seluruh umat Islam, bahwa kata Allah sudah ada dan dipergunakan sejak sebelum Islam.</p>
<p>Mengapa contoh dan fakta kecil yang sederhana dan sangat jelas ini terlewatkan?</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=7d32f6c2-ddc5-850c-968f-f7aa5ea48c59" alt="" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2010/03/05/apakah-kata-allah-hanya-milik-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fatwa MUI: larang pengeras suara</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2009/11/23/fatwa-mui-larang-pengeras-suara/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2009/11/23/fatwa-mui-larang-pengeras-suara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumardiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[mayoritas]]></category>
		<category><![CDATA[minoritas]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.detaknurani.com/2009/11/23/fatwa-mui-larang-pengeras-suara/</guid>
		<description><![CDATA[<br/>MUI Kalimatan Selatan mengeluarkan fatwa yang mengejutkan yaitu melarang semua masjid dan musholla menggunakan pengeras suara saat menjelang salat fardhu. Ketua MUI Rusdiansyah mengatakan fatwa ini dileluarkan karena banyaknya keluhan yang terjadi dari kalangan masyarakat baik muslim ataupun non muslim.
Kejutan ini membahagiakan, sebuah hal yang langka diantara banyak ketidakpedulian mayoritas terhadap minoritas. Selama ini, segala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p><img style="max-width: 800px; float: right; margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:WQaWAoYhvMP05M:http://www.vodec.co.uk/gx/loudspeaker1.jpg" alt="" />MUI Kalimatan Selatan mengeluarkan fatwa yang mengejutkan yaitu melarang semua masjid dan musholla menggunakan pengeras suara saat menjelang salat fardhu. Ketua MUI Rusdiansyah mengatakan fatwa ini dileluarkan karena banyaknya keluhan yang terjadi dari kalangan masyarakat baik muslim ataupun non muslim.</p>
<p><span id="more-1190"></span>Kejutan ini membahagiakan, sebuah hal yang langka diantara banyak ketidakpedulian mayoritas terhadap minoritas. Selama ini, segala hal yang dilakukan mayoritas seolah-olah dianggap benar, apalagi ketika mengatasnamakan Tuhan dan agama. Tak ada seorang pun yang berani untuk mengkritik atau memprotes. Bisa-bisa, yang mengkritik dituding anti-Islam dan mendapat sanksi sosial.</p>
<p>Sebagaimana kasus pengeras suara yang digunakan masjid ini. Banyak orang yang mungkin keberatan atau mengeluhkan pemakaian yang berlebihan, tapi tak ada seorang pun yang bisa menyatakannya secara terbuka dan kemudian masalahnya didiskusikan dengan tenang tanpa menyulut emosi keagamaan.</p>
<p>Kalau pandangan pribadiku, sebenarnya panggilan salat (adzan) menggunakan pengeras suara itu tak masalah. Yang sebaiknya dilarang adalah yang di luar itu; misalnya pengajian atau ceramah-ceramah di masjid. Apalagi kalau ceramahnya menjelek-jelekkan umat lain; lebih tidak pantas lagi disiarkan dengan pengeras suara. Kalau untuk ceramah, sebaiknya hanya menggunakan pengeras suara dalam untuk orang yang benar-benar ingin mendengarkannya.</p>
<p>Sekali lagi, fatwa MUI Kalimantan Selatan ini patut diapresiasi karena kepeduliannya terhadap orang lain.</p>
<p>Sumber berita: <a href="http://klikp21.com/home/nusantara/4475-mui-keluarkan-fatwa-larang-masjid-gunakan-pengeras-suara"><strong>Klikp21</strong></a></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt;" lang="SV"> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2009/11/23/fatwa-mui-larang-pengeras-suara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agama harus menolak kekerasan</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2009/03/20/agama-harus-menolak-kekerasan/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2009/03/20/agama-harus-menolak-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 06:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumardiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[eden]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Paus]]></category>
		<category><![CDATA[perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.detaknurani.com/?p=1106</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Kasus kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah, pendirian rumah ibadah, serta konflik-konflik seperti Ambon dan Poso tak boleh diberi ruang untuk berkembang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p><img class="alignright" title="teachpeace.com" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:GBmsYJhrh5qqiM:http://www.teachpeace.com/children%2520peace%2520world%2520sm.JPG" alt="" width="135" height="137" />Berita di <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/03/20/09381162/paus.agama.harus.menolak.kekerasan" target="_blank">Kompas </a>hari ini, Paus Benediktus XVI menyampaikan agar agama menolak kekerasan di hadpaan 22 pemimpin agama di Kamerun. Ini adalah sebuah pesan tepat untuk peradaban manusia saat ini.</p>
<p>Pesan semacam ini adalah pesan yang universal. Pesan semacam ini seharusnya muncul dari semua pemimpin agama.</p>
<p><span id="more-1106"></span>Tak hanya sesekali, tetapi pesan semacam ini harus terus diulang dan didengungkan tanpa henti oleh pemimpin Yahudi, Kristen, Islam dan agama lainnya.</p>
<p>Perdamaian dan anti-kekerasan adalah pesan yang relevan untuk dunia yang saat ini penuh dengan kekerasan, baik atas nama politik ataupun keyakinan. Pesan ini harus terus ditujukan kepada siapapun, tak memandang agama, keyakinan, atau bangsanya.</p>
<p>Sebab, inilah pesan universal yang menyatukan seluruh ajaran Tuhan yang berbeda-beda.</p>
<p>***</p>
<p>Dalam konteks Indonesia, pesan ini harus terus didengungkan. Terutama oleh para pemuka Islam yang menjadi agama mayoritas penduduk ini. Setiap perbedaan, setajam apapun, tak boleh disikapi dengan kekerasan. Kekerasan yang dilakukan (walaupun dengan alasan membela agama) tak boleh disikapi dengan permisif dan tak boleh didukung.</p>
<p>Kasus kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah, pendirian rumah ibadah, serta konflik-konflik seperti Ambon dan Poso tak boleh diberi ruang untuk berkembang.</p>
<p>Hanya dengan konsistensi menyerukan perdamaian dan menutup sama sekali pintu kekerasan, ajaran agama akan menemukan ruhnya kembali yang dicabik-cabik oleh para radikal-militan yang membajak agama untuk kepentingan keegoannya dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2009/03/20/agama-harus-menolak-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agama Ibrahim</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2009/03/19/agama-ibrahim/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2009/03/19/agama-ibrahim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 14:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumardiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[eden]]></category>
		<category><![CDATA[ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.detaknurani.com/?p=1103</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Orang-orang yang membenci agama Ibrahim (millah Ibrahim) hanyalah orang-orang yang memperbodoh dirinya sendiri..." (QS 2: 130)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p><img class="alignright" title="desktopscenes.com" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:djF016xoPiqRpM:http://www.desktopscenes.com/Scenes%2520from%2520Muir%2520Woods%2520(2003)/Path%2520of%2520the%2520Giants.jpg" alt="" width="143" height="107" />Orang-orang yang membenci agama Ibrahim (millah Ibrahim) hanyalah orang-orang yang memperbodoh dirinya sendiri&#8230;&#8221; (QS 2: 130)</p>
<p>Wahyu Tuhan itu sangat jelas. Dan Ibrahim bukanlah seorang Yahudi, Kristen, atau Islam. Ibrahim bukanlah pengikut Musa, Yesus, atau Muhammad. Tapi justru Ibrahim adalah nenek moyang mereka.</p>
<p><span id="more-1103"></span>***</p>
<p>Pasca Ibrahim, orang sibuk dan ribut mengajak untuk menjadi kelompoknya. Orang Kristen sibuk mengajak orang untuk menjadi Kristen. Orang Islam sibuk mengajak orang untuk menjadi Islam. Alasannya sama dan serupa: hanya di dalam kelompok merekalah ada keselamatan.</p>
<p>Eden datang membawakan pesan yang berbeda dengan yang diyakini orang-orang Islam dan Kristen yang meyakini bahwa keselamatan hanya ada pada kelompoknya.<br />
Eden membawa pesan sebagaimana Ibrahim, agar orang menjadi lurus dan setia dengan nurani (hanif). Pesan Tuhan yang sedang diturunkan harus dihikmati karena di dalamnya ada petunjuk-petunjuk untuk masa kini. Tetapi, keselamatan tidak terletak pada afiliasi pada sebuah kelompok agama, melainkan pada kesucian dan karunia Tuhan.</p>
<p>Eden membawa kembali pesan Tuhan kepada Ibrahim, mengajak orang kepada Tuhan yang Maha Esa; bukan mengajak kepada kelompok. Eden mengajak orang mengikuti jalan Ibrahim (non-organized religion), jalan iman kepada-Nya.</p>
<p>***</p>
<p>Yang mengherankan, banyak orang Islam yang membenci seruan untuk kembali pada jalan Ibrahim ini. Bahkan, tak sedikit yang memusuhi dan mencercanya.</p>
<p>Lalu, dikemanakan iman terhadap Wahyu Allah sebagaimana yang tercantum di QS 2:130 itu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2009/03/19/agama-ibrahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekspresi keagamaan di lembaga publik</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2009/02/19/ekspresi-keagamaan-di-lembaga-publik/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2009/02/19/ekspresi-keagamaan-di-lembaga-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 01:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumardiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[eden]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan publik]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.detaknurani.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Hari ini Kamis. Aku jalan pagi di sekitar rumah dan melewati sebuah SD Negeri Percontohan. Aku melihat para siswa yang berbaris rapi di halaman sekolah. Tiba-tiba aku mendengar doa dalam bahasa Arab yang diucapkan bersama-sama dengan suara nyaring oleh para murid: &#8220;Radhitu billahi rabba, wa bi Islami diina, wa bi Muhammad nabiyya&#8230;. Aku ridho Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p><img class="alignright" title="cam.net.uk" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:euDBAbslC6cKYM:http://www.cam.net.uk/home/nimmann/images/if-logo-cb.jpg" alt="" width="127" height="128" />Hari ini Kamis. Aku jalan pagi di sekitar rumah dan melewati sebuah SD Negeri Percontohan. Aku melihat para siswa yang berbaris rapi di halaman sekolah. Tiba-tiba aku mendengar doa dalam bahasa Arab yang diucapkan bersama-sama dengan suara nyaring oleh para murid: &#8220;Radhitu billahi rabba, wa bi Islami diina, wa bi Muhammad nabiyya&#8230;. Aku ridho Allah Tuhan dan Islam agamaku dan Nabi Muhammad nabiku&#8230;.&#8221;</p>
<p><span id="more-1033"></span>Doa ini umum diucapkan oleh umat Islam sebagai doa pengantar belajar, yang ditutup dengan permohonan agar Tuhan mengaruniakan ilmu dan pemahaman atas apa-apa yang dipelajari. Tapi, pagi ini aku merasakan ada sesuatu yang janggal dan kurang pas di hati.</p>
<p>***</p>
<p>Ya&#8230; doa itu diucapkan dengan lantang, bersama-sama oleh para murid sebelum belajar. Pada titik ini rasanya tak ada yang salah dan mengganjal. Lalu apa dong yang mengganjal?</p>
<p>Kelihatannya aku merasa tak nyaman karena doa itu diselenggarakan sebagai sebuah kebijakan (baca: kewajiban) yang berlaku untuk semua murid (yang ditunjukkan dengan kegiatan seperti upacara di lapangan dan dipimpin oleh guru). Kalau itu dilakukan di sekolah berbasis Islam, it&#8217;s fine, dan menurut saya tidak ada  masalah sama sekali.</p>
<p>Tapi ini kan sekolah negeri yang bukan hanya milik sebuah agama tertentu saja? Bukankah sekolah negeri seharusnya bersikap netral pada seluruh agama/keyakinan? Lalu, di mana hak kelompok minoritas yang walaupun tak dipaksa melakukan ritual itu, tetapi diposisikan secara jelas sebagai &#8220;kelompok yang berbeda&#8221;?</p>
<p>Alasan yang paling umum untuk membenarkan tindakan/kebijakan seperti ini adalah dalam rangka mengajarkan moralitas. Kemudian, kebijakan berdoa menggunakan tatacara Islam itu diambil karena Islam adalah mayoritas.</p>
<p>Oke&#8230; Kalau memang itu alasannya ada sebuah pertanyaan yang layak diajukan. Bolehkah kebijakan yang sama dilakukan di sekolah negeri di tempat lain dengan menggunakan logika yang sama? Misalnya SDN di Manado, Medan, atau Denpasar menggelar acara doa/ritual bersama dengan tatacara Kristen atau Hindu sebelum masuk kelas, bolehkah? Is it okay buat umat Islam?</p>
<p>Hal-hal semacam ini sangat sensitif dan harus hati-hati kalau diterapkan menjadi sebuah kebijakan publik.</p>
<p>***</p>
<p>Ini sekolah negeri lho yang dibiayai dengan pajak yang dibayar oleh warganegara dengan berbagai keyakinan&#8230; bukan sekolah berbasis agama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2009/02/19/ekspresi-keagamaan-di-lembaga-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Caleg PKS Jambi ditangkap di Panti Pijat</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2009/02/05/caleg-pks-jambi-ditangkap-di-panti-pijat/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2009/02/05/caleg-pks-jambi-ditangkap-di-panti-pijat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 15:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumardiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[eden]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[partai]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[ruhul kudus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.detaknurani.com/?p=970</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Zulhamli Al Hamidi, calon anggota legislatif dari PKS yang juga anggota DPRD Jambi ditangkap Satpol PP di Panti Pijat. Berita itu mengejutkan dan kemudian langsung menghebohkan. Secara faktual, fenomenanya sebenarnya yang cukup umum. Tapi karena yang melakukan adalah kader PKS yang membangun citranya sebagai kekuatan moral dan partai dakwah, sorotannya cukup tajam di media massa.
Menurutku, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p><img class="alignright" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:kzwHqtgXqhDnkM:http://sufimatre.files.wordpress.com/2008/04/logo_partai_keadilan_sejahtera.gif" alt="" width="87" height="116" />Zulhamli Al Hamidi, calon anggota legislatif dari PKS yang juga anggota DPRD Jambi ditangkap Satpol PP di Panti Pijat. Berita itu mengejutkan dan kemudian langsung menghebohkan. Secara faktual, fenomenanya sebenarnya yang cukup umum. Tapi karena yang melakukan adalah kader PKS yang membangun citranya sebagai kekuatan moral dan partai dakwah, sorotannya cukup tajam di media massa.</p>
<p><span id="more-970"></span>Menurutku, faktor citra partai dakwah itu cukup memberikan signifikansi dalam pemberitaan dibandingkan peristiwanya sendiri. Walaupun PKS dengan segera memberikan sanksi kepada Zulhamli dan dia pun sudah mengundurkan diri dari DPRD Jambi sebagai pertanggung jawaban personal, kerusakan sudah terlanjur terjadi. The damage has been there.</p>
<p>Satu hal, respon PKS dan pengunduran diri yang dilakukan Zulhamdi patut diapresiasi. Ini sebuah preseden yang -walaupun melalui peristiwa buruk- tetapi diselesaikan dengan jelas.</p>
<p>Yang kedua, respon lawan PKS yang &#8220;luar biasa&#8221; menunjukkan bahwa sedikit kesalahan/ketidaksucian yang dilakukan oleh kelompok yang menyatakan diri sebagai pengemban moral akan dieksploitasi habis-habisan oleh lawan.</p>
<p>***</p>
<p>Peristiwa ini membawaku pada refleksi pribadi dalam konteks pengajaran Ruhul Kudus di Eden. Sebagai kelompok yang menyatakan diri membawa risalah ketuhanan, Ruhul Kudus hampir tak pernah berhenti mengingatkan tentang beratnya beban yang disandang kaum Eden. Kredibilitas Tuhan dan kehendak-Nya dipertaruhkan dan disandang dalam pundak kaum Eden, yang notabene adalah manusia-manusia biasa, dengan segala kemanusiaannya. Hanya kesucian yang dapat menyelamatkan dan itu berlaku bagi siapapun tanpa pengecualian.</p>
<p>Ruhul Kudus menyatakan bahwa dia tak segan-segan untuk mempermalukan sebuah kesalahan/dosa ke seluruh Indonesia jika kaum Eden tak sanggup menjaga kesuciannya. Dan dalam konteks memperingatkan kaum Eden, Ruhul Kudus menyatakan bahwa jika kaum Eden melakukan dosa/kesalahan, maka hukuman Tuhan yang akan diterimanya adalah 6000 kali lebih berat dibandingkan jika dosa/kesalahan itu dilakukan orang umum.</p>
<p>Melihat fenomena Zulhamli ini, aku jadi semakin meresapi konsekuensi kesalahan 6000 kali lipat sebagaimana yang dinyatakan Ruhul Kudus. Kesalahan seseorang di dalam sebuah partai saja dieksploitasi begitu rupa dan betapa dipermalukannya Zulhamli dengan kasus itu, apalagi jika kesalahan itu dilakukan oleh orang Eden.</p>
<p>Duh.. berat nian beban yang disandang sebagai manusia yang memiliki kelemahan, tapi harus memikul tanggung jawab yang tertahankan.</p>
<p>***</p>
<p>Tuhan&#8230; tiba-tiba hati hamba bergidik dan miris. Semoga Engkau mengampuni dosa dan kesalahan hamba, dan memampukan hamba yang sedang menjadi saksi kehendak-Mu agar teguh menjaga kesucian. Di dalam naik turunnya kualitas kesucian hamba, semoga Engkau berkenan memberikan penjagaan dan menetapkan hamba di dalam kesetiaan kepada-Mu hingga akhir hayat. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2009/02/05/caleg-pks-jambi-ditangkap-di-panti-pijat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keteladanan Utusan Tuhan (2)</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2009/01/31/keteladanan-utusan-tuhan-2/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2009/01/31/keteladanan-utusan-tuhan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 02:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumardiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[eden]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[keteladanan]]></category>
		<category><![CDATA[uswah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.detaknurani.com/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Dalam tradisi spiritualitas Islam, keteladanan pada Nabi Muhammad menempati peran yang cukup sentral. Islam yang berkembang dengan penghormatan yang besar pada tradisi, menempatkan Nabi Muhammad sebagai sebaik-baik teladan (uswatun hasanah).
Apa makna keteladanan itu? Apakah semua hal harus diteladani? Apakah semua hal harus ditiru? Apakah hal-hal yang sifatnya personal/sosiologis pada diri seorang Utusan Tuhan adalah bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p><img class="alignright" title="wordpress.com" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:fnVJAdwnPQXXVM:http://ahotcupofjoe.files.wordpress.com/2008/06/sunflower.jpg" alt="" width="134" height="150" />Dalam tradisi spiritualitas Islam, keteladanan pada Nabi Muhammad menempati peran yang cukup sentral. Islam yang berkembang dengan penghormatan yang besar pada tradisi, menempatkan Nabi Muhammad sebagai sebaik-baik teladan (uswatun hasanah).</p>
<p>Apa makna keteladanan itu? Apakah semua hal harus diteladani? Apakah semua hal harus ditiru? Apakah hal-hal yang sifatnya personal/sosiologis pada diri seorang Utusan Tuhan adalah bagian dari pewahyuan dan merupakan hal yang harus diteladani?</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-929"></span><br />
***</p>
<p>Aku ingin berbagi dengan mengambil Eden sebagai cermin; yang menempatkan Bunda Lia sebagai sosok manusia yang menjadi sentral pengajaran, serupa dengan Nabi Muhammad, dan Yesus.</p>
<p>Di Eden, Bunda Lia adalah sosok manusia yang menempati peran sentral, walaupun Tuhan secara konsisten menyatakan bahwa sentral utusan yang sesungguhnya adalah Ruhul Kudus. Sebagai seorang manusia, tak bisa dihindarkan bahwa Bunda memiliki atribut dan preferensi personal, misalnya: perempuan, ibu rumah tangga, perangkai bunga, sifat/karakter, like-and-dislike, dan sebagainya.</p>
<p>Dalam konteks pengajaran Tuhan, apakah semua yang melekat pada Bunda adalah pengajaran Tuhan; sehingga harus diteladani?</p>
<p>Untuk hal-hal yang bersifat manusiawi, beberapa hal yang melekat pada Bunda memang menjadi pelajaran dan bagian pesan Tuhan; misalnya tradisi seni melalui bunga dan keindahan. Tradisi ini bisa menjadi ciri khas Eden. Tetapi, perwujudan seni dalam Eden tak melulu hanya bunga (sebuah hal yang sangat dikuasai Bunda), tetapi juga lagu (yang tak dikuasai Bunda sehingga inspirasi pewahyuan itu turun melalui orang lain).</p>
<p>Aspek-aspek personal pada diri Bunda yang mewarnai Eden, seperti karya seni itu, merupakan sebuah ikon Eden. Dia membentuk kekhasan Eden dan dapat menjadi inspirasi untuk sebuah identitas sosiologis Eden di masa datang. Sebab, Ruhul Kudus mengeksplorasi dan menggunakan potensi Bunda itu sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pengajarannya di Eden.</p>
<p>Sementara untuk hal-hal yang sifatnya keseharian, misalnya gaya rambut, makanan kesukaan, kesenangan, dan lainnya; walaupun Bunda memiliki preferensi tertentu, tetapi hal-hal semacam itu bukan untuk diteladani karena bersifat personal dan lokal. Kalau ada yang mau meniru gaya rambut, pakaian, makanan, dan atribut-atribut yang disukai Bunda, itu sih boleh-boleh saja. Tak ada yang melarang. Setiap orang boleh memiliki preferensi personal, setiap kelompok dapat mengembangkan budayanya masing-masing.</p>
<blockquote><p>Sebab, keragaman adalah keniscayaan. Yang seragam dan diteladani adalah komitmen kesucian.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2009/01/31/keteladanan-utusan-tuhan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serangan FPI membuka ancaman konflik horizontal?</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2008/06/02/serangan-fpi-membuka-ancaman-konflik-horizontal/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2008/06/02/serangan-fpi-membuka-ancaman-konflik-horizontal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 17:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[AKKBB]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[intoleransi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Setelah melakukan penyerangan brutal kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), ternyata FPI tak surut ataupun meminta maaf. Bahkan, diberitakan bahwa Munarman, mantan ketua YLBHI yang sekarang menjabat sebagai Komandan Laskar Islam mengungkapkan pendapatnya yang mendukung penyerangan massa FPI tadi siang dengan ungkapan yang sangat provokatif,&#8221;Jika tidak siap perang, jangan menantang.&#8221;
Sementara itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p>Setelah melakukan penyerangan brutal kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), ternyata FPI tak surut ataupun meminta maaf. Bahkan, diberitakan bahwa Munarman, mantan ketua YLBHI yang sekarang menjabat sebagai Komandan Laskar Islam mengungkapkan pendapatnya yang mendukung penyerangan massa FPI tadi siang dengan ungkapan yang sangat provokatif,&#8221;<a href="http://kompas.co.id/read/xml/2008/06/01/20051911/munarman.jika.tidak.siap.perang.jangan.menantang" target="_blank">Jika tidak siap perang, jangan menantang.</a>&#8221;</p>
<p><span id="more-529"></span>Sementara itu, ekses dari penyerangan FPI mulai berimbas ke daerah. Di Cirebon, sejumlah <a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/01/time/223412/idnews/948558/idkanal/10" target="_blank">massa Nahdhatul Ulama menyerbu kantor FPI di Cirebon</a>. Mereka mengecam aksi kekerasan yang dilakukan FPI terhadap massa AKKBB. Salah satu korban dari penyerangan itu adalah Kiai Maman Imanulhaq, salah seorang tokoh NU Cirebon yang mengasuh pondok pesantren Al Mizan.</p>
<p>***</p>
<p>Semoga tidak ada konflik horizontal yang lebih besar di masyarakat. Apalagi kalau mengatasnamakan agama, bisa menjadi kerusuhan yang mengerikan seperti Ambon dan Poso. Semoga para pemimpin bisa mengajari yang dipimpinnya untuk mengedepankan hukum sebagai pijakan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.</p>
<p>&#8220;<span style="color:#800000;">Ya Tuhan, kami bermohon pertolongan-Mu untuk keselamatan bangsa kami. Semoga Engkau cerahkan hati nurani dan Engkau lenturkan hati-hati yang berbeda di dalam kesamaan cinta kepada-Mu. Amin</span>.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2008/06/02/serangan-fpi-membuka-ancaman-konflik-horizontal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acara AKKBB: &#8220;Satu Indonesia untuk Semua&#8221;</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2008/06/02/acara-akkbb-satu-indonesia-untuk-semua/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2008/06/02/acara-akkbb-satu-indonesia-untuk-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 17:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[AKKBB]]></category>
		<category><![CDATA[aliansi kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[front pembela islam]]></category>
		<category><![CDATA[intoleransi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[pers release]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Berikut ini pers release yang menurut rencana akan dibagikan oleh rekan-rekan AKKBB pada acara aksi pawai damai, dari Monas-Istana Negara-Bundaran HI.  Pers release itu lengkapnya berjudul &#8220;63 tahun Pancasila, Satu Indonesia untuk Semua.&#8221;
Sayangnya, pers release itu tidak bisa disebarkan karena massa AKKBB yang sedang bersiap di Monas diserbu oleh sekitar 500 anggota Front Pembela [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p style="text-align:center;">Berikut ini pers release yang menurut rencana akan dibagikan oleh rekan-rekan AKKBB pada acara aksi pawai damai, dari Monas-Istana Negara-Bundaran HI.  Pers release itu lengkapnya berjudul &#8220;63 tahun Pancasila, Satu Indonesia untuk Semua.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">Sayangnya, pers release itu tidak bisa disebarkan karena <a href="http://turunkebumi.wordpress.com/2008/06/01/massa-fpi-menyerang-aksi-damai-akkbb/" target="_blank">massa AKKBB yang sedang bersiap di Monas diserbu oleh sekitar 500 anggota Front Pembela Islam (FPI)</a>. Berikut ini pers release selengkapnya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>63 tahun Pancasila<br />
”SATU INDONESIA UNTUK SEMUA”</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-527"></span><span style="color:#800000;">1 Juni 1945, Pancasila dilahirkan oleh para founding father negara Indonesia sebagai dasar dan falsafah bernegara. Pancasila lahir dalam konteks bangsa Indonesia yang tersusun atas perbedaan-perbedaan agama, keyakinan, golongan, suku dan lainnya. Sejak awal Pancasila didorong menjadi dasar untuk memberikan orientasi kehidupan bersama sebagai bangsa. Dalam realitas perbedaan antropologis dan sosiologis, Pancasila hadir sebagai pemersatu bangsa Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Saat ini, sudah 10 tahun reformasi bergulir. Reformasi yang berupaya mengembalikan Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara yang sesungguhnya, dari kungkungan pemaknaan tunggal dan indoktrinasi ala Orde Baru untuk mempertahankan kekuasaannya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Saat ini, sudah 63 tahun sejak Pancasila dilahirkan, negara ini secara perlahan digiring untuk menjadi negara yang terpecah belah oleh sektarianisme dan radikalisme berlatar agama. Kasus penutupan gereja, penghancuran pura, pengusiran komunitas yang berbeda keyakinan dari tanah miliknya sendiri, pembakaran dan penyegelan masjid, dan pelarangan ibadah, bahkan pembunuhan terhadap orang yang dianggap sesat, membuat kita harus bertanya ulang tentang arah pergerakan bangsa ini.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Dalam situasi itu, mengembalikan Pancasila sebagai pemersatu menjadi penting. Pancasila sebagai dasar negara, sebagai dasar penghargaan terhadap perbedaan, solidaritas sebagai bagian bangsa Indonesia, dan perjuangan bersama menuju keadilan sosial dalam wadah negara Indonesia. Indonesia ada karena Pancasila. Karena itu kita harus menghadirkan kembali Pancasila. Agar perbedaan tidak menjadi alat pemecah belah dan penumpah darah. Agar kebenaran tak hanya dimonopoli oleh sekelompok orang. Agar seluruh potensi bangsa dapat berkonsentrasi bahu-membahu untuk memajukan bangsa ini dan menjaga martabatnya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Marilah kita jaga Republik kita.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Marilah kita pertahankan hak-hak asasi kita.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Marilah kita kembalikan persatuan kita.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Marilah kita kembalikan Pancasila kita.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Jakarta, 1 Juni 2008</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)</strong><br />
Indonesian Conference on Religion and Peace, National Integration Movement, The Wahid Institute, Kontras, LBH Jakarta, Jaringan Islam Kampus, Jaringan Islam Liberal, Lembaga Studi Agama dan Filsafat, Generasi Muda Antar Iman, Institut DIAN/Interfidei, Masyarakat Dialog Antar Agama, Komunitas Jatimulya, eLSAM, Lakpesdam NU, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Lembaga Kajian Agama dan Jender, Pusaka Padang, Yayasan Tunas Muda Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Crisis Center GKI, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Forum Mahasiswa Ciputat, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Gerakan Ahmadiyah Indonesia, Tim Pembela Kebebasan Beragama, El Ai Em Ambon, Fatayat NU, Yayasan Ahimsa (YA), Jakarta, Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dinamika Edukasi Dasar (DED) Jogjakarta, Forum Persaudaraan Antar-Umat Beriman Jogjakarta, Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Surakarta, SHEEP Indonesia Jogjakarta, Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya, Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya, LSM Adriani Poso, PRKP Poso, Komunitas Gereja Damai, Komunitas Gereja Sukapura, GAKTANA, Wahana Kebangsaan, Yayasan Tifa, Komunitas Penghayat, Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB, Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok, Forum Komunikasi Lintas Iman Gorontalo, Crisis Center SAG Manado, LK3 Banjarmasin, Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulawesi Selatan Makassar, Jaringan Antar-iman se-Sulawesi, Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG KALSEL) Banjarmasin, PERCIK Salatiga, Sumatera Cultural Institut Medan, Muslim Institut Medan; PUSHAM UII Jogjakarta, Swabine Yasmine Flores-Ende, Komunitas Peradaban Aceh, Yayasan Jurnal Perempuan, AJI Damai Yogyakarta, Ashram Gandhi Puri Bali, Gerakan Nurani Ibu, Rumah Indonesia, BEM STF Driyarkara</span></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2008/06/02/acara-akkbb-satu-indonesia-untuk-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Massa FPI menyerang aksi damai AKKBB</title>
		<link>http://www.detaknurani.com/2008/06/01/massa-fpi-menyerang-aksi-damai-akkbb/</link>
		<comments>http://www.detaknurani.com/2008/06/01/massa-fpi-menyerang-aksi-damai-akkbb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 08:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diari]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Suaedy]]></category>
		<category><![CDATA[AKKBB]]></category>
		<category><![CDATA[aksi damai]]></category>
		<category><![CDATA[aliansi kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[Guntur Romli]]></category>
		<category><![CDATA[hari lahir Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[intoleransi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Monas]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<category><![CDATA[Syafii Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Sekitar 500 massa Front Pembela Islam (FPI) menyerang aksi damai yang diselenggarakan oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas (1 Juni 2008).
Aksi pawai memperingati hari Hari Lahir Pancasila itu bertema &#8220;Satu Indonesia untuk Semua&#8221;. Menurut rencana, aksi pawai berlangsung dari Lapangan Monas ke Bunderan HI, melewati Istana Negara. Sejumlah tokoh nasional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p>Sekitar 500 massa Front Pembela Islam (FPI) menyerang aksi damai yang diselenggarakan oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas (1 Juni 2008).</p>
<p>Aksi pawai memperingati hari Hari Lahir Pancasila itu bertema &#8220;Satu Indonesia untuk Semua&#8221;. Menurut rencana, aksi pawai berlangsung dari Lapangan Monas ke Bunderan HI, melewati Istana Negara. Sejumlah tokoh nasional lintas agama menurut rencana akan melakukan orasi di depan Istana Negara.</p>
<p><span id="more-523"></span>Sementara berkumpul di Monas, pada puku 13.30 sejumlah massa FPI menyerbu dan memukuli para aktivis AKKBB. Para ibu dan peserta aksi damai itu tunggang langgang diserbu massa yang beringas dari FPI.</p>
<p>Menurut berita di Metro TV, FPI menuduh bahwa peserta aksi AKKBB itu sebagian besar adalah Jemaat Ahmadiyah. Sementara itu, (seperti di film-film) polisi terlambat datang dan baru datang setelah terjadi berbagai pemukulan dan kekerasan yang dilakukan FPI berlangsung. Tak ada anggota FPI yang melakukan penyerangan itu yang ditangkap oleh polisi.</p>
<p>Sekitar 7 orang aktivis AKKBB terluka cukup parah. Di antaranya Syafii Anwar (Direktur ICIP, tokoh Muhammadiyah) dan Muhammad Guntur Romli (Aktivis Jaringan Islam Liberal) &#8212; yang sekarang dirawat di RSPAD Gatot Subroto &#8212; serta Ahmad Suaedy (Direktur Eksekutif The Wahid Institute).</p>
<p>***</p>
<p>Mengerikan&#8230;</p>
<p>Setahuku, ketika FPI berdemo untuk sebuah tuntutan dengan cara damai, tak ada kelompok warga negara lain yang menyerang mereka betapapun kelompok lain tak setuju dengan FPI. Sekarang, ketika kelompok lain melakukan sebuah aksi damai, mengapa FPI melakukan penyerangan dan tindakan biadab itu? Dan mengapa aparat keamanan membiarkan penyerangan itu?</p>
<p>Semakin terbukti, ancaman anarkisme dan kekerasan yang diucapkan oleh <a href="http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/30/video-ancaman-bunuh-terhadap-ahmadiyah-di-youtube/" target="_blank">Sobri Lubis (Sekjen FPI) dalam ceramah video di Banjar</a> itu bukan omong kosong. Belum ada pelarangan Ahmadiyah oleh negara, FPI sudah melakukan tindakan kekerasan terhadap orang-orang yang dituduh Ahmadiyah seperti yang dilakukannya terhadap aktivis AKKBB. Bayangkan apa yang akan terjadi seandainya pemerintah benar-benar melarang Jemaat Ahmadiyah? Apa yang akan mereka lakukan terhadap Ahmadiyah dan orang-orang yang membela Ahmadiyah?</p>
<p>***</p>
<p>Menurutku, sudah waktunya organisasi-organisasi Islam mengambil sikap jelas mengenai FPI. Apakah organisasi-organisasi Islam menganggap FPI sebagai organisasi pembela Islam  atau justru perusak Islam. Tak cukup FPI ini dibiarkan begitu saja mengatasnamakan setiap aksinya dengan sebutan &#8220;membela Islam&#8221; sehingga merasa berada di atas hukum yang ditegakkan di NKRI.</p>
<p>Lalu, bagaimana negara bersikap? Kepada siapa negara akan berpihak? Prinsip apa yang akan ditegakkan negara dalam peristiwa ini? Kalau di Jakarta FPI bisa melenggang bebas untuk melakukan kekerasan sesuka hatinya, di daerah pun kekekerasan model semacam ini bisa sangat mudah terjadi. Daerah-daerah akan melihat dan menunggu, bagaimana pemerintah pusat menyikapi penyerangan FPI ini.</p>
<p>Menurutku, peristwa ini serius, sangat serius. Ini adalah batu ujian besar untuk demokrasi dan arah NKRI ke depan.</p>
<p><strong>Update (3/6)</strong>:</p>
<p><a href="http://turunkebumi.wordpress.com/2008/06/03/daftar-korban-akkbb-yang-teridentifikasi/">Daftar Korban</a></p>
<p><a href="http://turunkebumi.wordpress.com/2008/06/03/jangan-lagi-ada-kekerasan-2/">Jangan Ada lagi Kekerasan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.detaknurani.com/2008/06/01/massa-fpi-menyerang-aksi-damai-akkbb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
