Waktunya sudah sampai. Jadwalnya sudah tiba. Malam perguliran tahun 2009 ke 2010 menjadi pertanda bagi kami untuk meniti sebuah perjalanan baru.
Berawal dari wishlist yang diperintahkan kepada seluruh Komunitas Eden untuk malam pergantian tahun, Tuhan memberikan tanggapan-tanggapan yang disampaikan melalui Bunda. Salah satunya menyangkut sebuah keputusan penting untuk kehidupan kami, yaitu Lala dilepaskan dari anggota Dewan Kerasulan Eden untuk meniti jalan spiritual baru di Wahana Kebangsaan, bersamaku. Keputusan itu tertuang di dalam Wahyu Tuhan melalui surat dari Rutan Pondok Bambu yang membahaskan tentang tentang tanggapan-tanggapan Tuhan mengenai wishlist yang dibuat para anggota Dewan Kerasulan Eden dan Wahana Kebangsaan yang sedang mengikuti proses pensucian di Eden.
Di dalam surat itu pula, ada bu Sri yang dilepas dari Dewan Kerasulan. Tapi, beliau bukan hanya dilepas dari Dewan Kerasulan, tetapi juga dari Wahana Kebangsaan.
“Biarlah dia menempuh kehidupan biasa di luar. Namun segala pengorbanannya dan jasa pengabdiannya Kuhargai. Oleh karena itu, Aku persepsikan dia sebagai orang saleh yang sedang menikmati pencariannya.”
Dua orang lain yang dibahaskan adalah pak Ridwan yang diteguhkan perannya di Wahana Kebangsaan dan diizinkan untuk berbisnis. Ekspektasi kerasulan tak lagi diharapkan dari pak Ridwan. Sementara pak Arifin mendapat teguran mengenai permohonannya mengenai perjodohan. Beliau diperintahkan memegang sumpah untuk tak menikah lagi, sampai Tuhan menurunkan keputusannya yang lain.
***
Surprisingly, proses yang dialami Lala ini relatif mulus. Tak ada kemarahan dan penghakiman Tuhan sebagaimana proses-proses yang selama ini terjadi saat seseorang keluar atau dikeluarkan dari Eden. Ini adalah sebuah preseden yang sama sekali baru; dan peristiwanya sinkron dengan pesan-pesan pribadi yang diterima Lala beberapa waktu terakhir ini.
“Aar dan Lala lebih berguna bilamana mereka bersama-sama beraktivitas di WK (Wahana Kebangsaan, red), bukan sebagai Rasul Eden. Dan mereka tak mungkin Kubiarkan selalu berada dalam gejolak hatinya, walau mereka itu taat dan banyak jasanya. Asalkan mereka taat dan mematuhi segenap perjanjian dengan-Ku dan setia menjalankan Titah-Ku dan Petunjuk-petunjuk-Ku dan tetap menjaga kesucian mutlak mereka, maka Aku berjanji menempatkan mereka bersama-sama di suatu tugas yang mereka sukai.”
“…Berdoalah selalu di dalam setiap langkahmu dan introspeksilah selalu dalam setiap jengkal jalan yang kaulalui, agar kau selamat.”
***
Aku tidak mau menganalisis apa yang sesungguhnya sedang terjadi karena saat ini aku sedang belajar diam dan hanya menjalani saja. Aku sedang belajar menyederhanakan diri dan menjalani segala hal yang disampaikan Tuhan ke hadapanku, sembari belajar untuk bersaksi seapa-adanya.
Yang pasti, hari ini adalah tanggal 2. Semalam kami berdoa agar Tuhan meneguhkan pijakan langkah kami. Bangun tidur pagi ini, kami kembali berdoa bersama memohon perkenan-Nya untuk selalu membimbing kami agar lentur dan kuat di dalam mengarungi sebuah samudera baru. Kegamangan baru masih terasa, harapan baru jauh lebih besar kami rasakan.
Kami tak tahu apa yang ada di atas, di dalam, dan di balik samudera yang membentang di depan mata. Kami pun tak memiliki apa-apa. Satu-satunya yang kami miliki adalah percaya bahwa Dia Hadir dan Maha Baik di dalam setiap rencana-Nya atas kami.
Dengan bermohon restu dan perkenan-Mu, Tuhan; hari ini kami mulai melangkah.
Tahun 2010. Jangkar diangkat, layar dikembangkan.
update (3/1):
Ada bagian peringatan Tuhan yang rasanya perlu aku tambahkan agar dapat menjadi bekal dan peringatan buat kami. Selengkapnya ada di dokumentasi Eden.
“Akan tetapi bula mereka tak taat karena satu dan lain sebab, dia Kuungsikan dari penugasan dan Kuadili mereka di depan publik. Karena Aku telah memperturutkan gejolak keinginan mereka, sedangkan mereka sudah bersumpah takkan menyentuh dosa apapun lagi. Dan ingatlah semua Perjanjian-Ku kepadamu, yaitu semua sumpah-sumpah yang Kupinta kepadamu. Sekali kau melanggar sumpah-sumpahmu itu, maka kau akan terlibat dilema berat yang tak dapat kau atasi…”
“Berbaktilah kamu kepada-Ku di WK. Namun berhati-hatilah kamu melangkah. Jauhi segala yang bergejolak dan yang dinamis, karena dari sana ada banyak lubang-lubang ketergelinciran. Jauhi dilema hidup, karena kamu sudah tak berada didalam lingkaran Pengayoman-Ku terhadap para rasul…”



Kembalilah pada ajaran Rasulullah SAW. karena sebaik-baiknya pengajaran adalah ajaran beliau dan hanya beliau Rasul terakhir tidak ada lagi setelah itu. ucapkan dalam hatimu “Ashadu’alla ilaha Ilallah, Wa ashadu anna Muhammadar Rasulullah” Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah”. Semoga hidayah tercurah kepadamu dan orang-orang disekitarmu. Amien
January 5th, 2010 at 10:56 pm