Seorang ilmuwan, Roger Pemrose, berjalan bersama bersama teman-temannya dan bercakap-cakap. Dia merasa tenang hanya saat melintasi jalan.

“Saya teringat bahwa –ketika saya sedang melintasi jalan- gagasan yang menakjubkan dating kepada saya,” kata Pemrose.

“Tetapi, begitu kita mencapai sisi jalan yang kita tuju, kita mengangkut lagi apa-apa yang telah kita tinggalkan, dan saya tak dapat mengingat lagi apa yang barusan saya pikirkan beberapa detik sebelumnya,”

Sore menjelang malam, tiba-tiba Pemrose mulai merasa eforia, tanpa mengetahui mengapa dia merasakannya. “Saya merasa bahwa ada sesuatu yang telah tersingkapkan kepada saya,” katanya.

Dia mencoba mengingat-ingat setiap menit yang telah dilaluinya hari ini, dan ketika dia mengingat saat menyeberangi jalan, gagasan itu datang lagi kepadanya. Kali ini, dia menuliskannya. Gagasan itu adalah mengenai teori lubang hitam (Black hole theory), sebuah teori revolusioner dalam fisika modern. Dan gagasan itu datang lagi kepadanya sebab Pemrose dapat menggali kembali kesunyataan (silence) yang selalu kita rasakan saat kita menyeberangi jalan.

(“Warrior of Light Online, published by www.paulocoelho.com.br”)

Artikel Terkait


No Comments

You can track this conversation through its atom feed.

No one has commented on this entry yet.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:D :-) :( :o 8O :? 8) :lol: :x :P :oops: :cry: :evil: :twisted: :roll: :wink: :!: :?: :idea: :arrow: :| :mrgreen: