Berita di Kompas hari ini, Paus Benediktus XVI menyampaikan agar agama menolak kekerasan di hadpaan 22 pemimpin agama di Kamerun. Ini adalah sebuah pesan tepat untuk peradaban manusia saat ini.
Pesan semacam ini adalah pesan yang universal. Pesan semacam ini seharusnya muncul dari semua pemimpin agama.
Tak hanya sesekali, tetapi pesan semacam ini harus terus diulang dan didengungkan tanpa henti oleh pemimpin Yahudi, Kristen, Islam dan agama lainnya.
Perdamaian dan anti-kekerasan adalah pesan yang relevan untuk dunia yang saat ini penuh dengan kekerasan, baik atas nama politik ataupun keyakinan. Pesan ini harus terus ditujukan kepada siapapun, tak memandang agama, keyakinan, atau bangsanya.
Sebab, inilah pesan universal yang menyatukan seluruh ajaran Tuhan yang berbeda-beda.
***
Dalam konteks Indonesia, pesan ini harus terus didengungkan. Terutama oleh para pemuka Islam yang menjadi agama mayoritas penduduk ini. Setiap perbedaan, setajam apapun, tak boleh disikapi dengan kekerasan. Kekerasan yang dilakukan (walaupun dengan alasan membela agama) tak boleh disikapi dengan permisif dan tak boleh didukung.
Kasus kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah, pendirian rumah ibadah, serta konflik-konflik seperti Ambon dan Poso tak boleh diberi ruang untuk berkembang.
Hanya dengan konsistensi menyerukan perdamaian dan menutup sama sekali pintu kekerasan, ajaran agama akan menemukan ruhnya kembali yang dicabik-cabik oleh para radikal-militan yang membajak agama untuk kepentingan keegoannya dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama.



pandanganmu thd kekerasan itu kog mandul menurutku, kekerasan hanya dilihat sebelah mata dan hanya sebatas fisik, jadi selain kekerasan fisik dipandangnya bukan kekerasan ya.
Ahmadiyah telah menodai akidah islam, mengusik umat Islam…apa itu bukan kekerasan ?, tentunya mereka sudah diperingatkan secara baik2 tapi apa mempan ?
muslim kagak ngurusin orang mau sesat atau mau berbuat apa saja tapi jangan pake embel2 Islam donk karena hal itu MENODAI akidah Islam…itu lho maksudnya
kalo mau bikin akidah ngga perlu ‘memodifikasi” akidah Islam yg sudah menjadi keyakinan umat Islam ( real Islam), itu namanya merusak keyakinan orang Islam dan itu adalah kekerasan laten
terus kenapa kamu tidak berfikir kalo daerah2 yg basis massa kreztennya kuat kog sering timbul masalah kekerasan ?
dari mulai ambon, poso, timor timur, irian? dst….tanya kenapa ?
June 3rd, 2009 at 9:52 pm