Mulai hari ini (Rabu, 22/10/2008), Eden mulai melakukan ibadah Kedap. Ini adalah preseden baru di Eden, yang belum pernah terjadi dan dilakukan sebelumnya. Dalam ibadah Kedap ini, kaum Eden tidak diperkenankan berkomunikasi dengan dunia luar. Tak ada TV, koran, HP, telepon, Internet, dll. Semuanya bersuci, mendekatkan diri kepada Tuhan, hanya mengerjakan amanat-amanat Tuhan di Eden. Untuk berapa lama? So far (dan seperti biasanya), tak ada batas waktu. Sampai Tuhan memutuskan…

***

Sebagai sebuah peribadatan, Kedap ini mirip Nyepi. Berbagai tradisi spiritual memiliki tradisi serupa ini, dengan berbagai sebutannya masing-masing.

Ujian “memutus komunikasi dengan luar” ini bukan sebuah hal yang mudah. Apalagi ketika perintah itu diberikan Ruhul Kudus secara mendadak, tanpa persiapan dan antisipasi. Dan yang menjadi ujian tambahan adalah faktor ketidakpastian; seberapa lama kegiatan itu dilaksanakan. Bisa satu hari, satu minggu, satu bulan, atau entah berapa lama. Ketidakpastian adalah ujian tersendiri yang membolak-balik hati. Di sini lah banyak terletak kunci ujian untuk melenturkan diri.

Satu lagi yang berat adalah untuk keluarga yang tinggal di luar (seperti aku). Duh… rasanya berat tak bisa berkomunikasi dengan isteri dan anak-anak yang ada di Eden.

Artikel Terkait


No Comments

You can track this conversation through its atom feed.

No one has commented on this entry yet.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:D :-) :( :o 8O :? 8) :lol: :x :P :oops: :cry: :evil: :twisted: :roll: :wink: :!: :?: :idea: :arrow: :| :mrgreen: