Bidadari
Suatu ketika menjelang saat kelahirannya, seorang bayi bertanya kepada Tuhan.
“Tuhan, besok Engkau akan kirim aku terlahir ke bumi. Bagaimana aku akan bisa bertahan hidup sementara tubuhku kecil dan tidak berdaya?”
“Diantara para bidadari, Aku telah memilih satu diantara mereka untukmu. Dia akan menjaga dan merawatmu hingga kamu besar.”
“Tapi di Surga, aku tidak melakukan apapun selain bernyanyi dan tersenyum. Semua itu telah membuatku bahagia.”
“Bidadarimu akan bernyanyi dan selalu tersenyum padamu. Dan kamu pasti akan merasakan cinta dari bidadarimu dan akan merasa bahagia.”
“Bagaimana aku dapat mengerti apa yang dikatakan orang-orang kepadaku jika aku tidak tahu bahasa mereka?”
“Bidadarimu akan mengajarkan padamu kata-kata paling indah yang pernah kamu dengar. Dan dengan kesabaran dan kasih sayang, bidadarimu akan mengajarkan padamu bagaimana berbicara.”
“Dan apa yang harus aku lakukan jika aku ingin berbicara dengan-Mu?”
“Bidadarimu akan meletakkan tanganmu bersama dan mengajarmu bagaimana cara berdoa.”
“Aku sudah mendengar banyak orang jahat di bumi. Siapa yang akan menjagaku?”
“Bidadarimu akan terus bercerita kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkanmu bagaimana kembali pada perlindungan-Ku. Dan jangan lupa, Aku selalu ada bersamamu.”
Dan ketika suara di bumi semakin terdengar menggantikan keheningan suara surga, sang bayi bertanya dengan perlahan tapi terburu-buru, “ Tuhan, aku akan segera terlahir sekarang. Tolong beritahukan padaku siapa nama bidadariku.”
“Nama bidadarimu tidaklah terlalu penting. Kamu akan memanggilnya ‘Ibu’. “
(Terinspirasi cerita dari www.coffeeintherain.com)



No Comments
You can track this conversation through its atom feed.
Leave a Reply