Sabtu (11/10), Front Pembela Islam (FPI) melakukan penyerangan terhadap kelompok aliran kepercayaan Sapta Darma di Yogyakarta. FPI menuduh kelompok Sapta Dharma melakukan penyimpangan karena shalat menghadap ke Timur. Padahal, Sapta Dharma bukanlah sebuah sekte/aliran dalam Islam, tetapi aliran kepercayaan. Menurut ketua Sanggar Candi Busana Sapta Dharma yang menjadi korban penyerangan FPI, Sapta Dharma bukanlah agama, tetapi aliran kepercayaan. “Yang benar, kami bersemadi menghadap ke Timur,” katanya sebagaimana dikutip Koran Tempo.
***
Sampai kapan perilaku umat beragama (seperti FPI) yang terus menyerang kelompok yang berbeda keyakinan dengannya atau dianggap menodai keyakinannya? Sampai kapan negara bertindak terhadap para pelaku kekerasan di masyarakat yang menggunakan kedok agama?
Apakah umat Islam masih akan terus mendukung dan rela dengan perilaku kekerasan yang dilakukan FPI dan mengatasnamakan Islam untuk semua yang dilakukannya?
***
Rasanya menyedihkan melihat ajaran Tuhan menjadi berwajah garang dan penuh amarah. Kejadiannya berulang, berulang, dan berulang.
Semoga hati kita tak kebas dan nurani kita tak mati sehingga melihat kekerasan menjadi sebuah hal yang biasa saja.



Kronologi penyerangan FPI terhadap Sapta Dharma at Detak Nurani says:
[...] ini kronologi peristiwa penyerangan FPI terhadap kelompok kepercayaan Sapta Dharma (Jw: Sapto Darmo) di Yogyakarta (Sabtu, 11 Oktober 2008) menurut seorang saksi [...]
October 16th, 2008 at 8:01 pm
BUBARKAN FPI SEKARANG JUGA
JANGAN BIARKAN BUMI PERTIWI
DIKUASAI OLEH PARA PREMAN
December 31st, 2008 at 3:59 pm
Lebih Baik
Fpi
diKirim saja
ke Palestine???????????
February 26th, 2009 at 10:47 pm
FPI didirikan oleh orang-orang yang ingin meneladani Nabi Muhammad. Maka dalam penampilan sehari-hari mereka berupaya meniru apa saja seperti yang dilakukan Nabi Muhammad: pakai gamis, memelihara jenggot dll sebagaimana atribut dan budaya sebagaimana kebiasaan orang Arab pada abad ke-7.
Yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah sikap mereka yang mudah marah( (melakukan kekerasan), menghancurkan apa dan siapa saja, yang menurut mereka bertentangan dengan Syariat Islam, juga mereka rujuk dari perilaku Sang Nabi?
Jika jawabannya “Ya”, maka berarti agama Islam memang memiliki akar genetika kekerasan.
Jika jawabannya “Tidak”, berarti justru FPI adalah orang-orang yang menodai Islam dan menghina Sang Nabi. FPI sama sekali bukan seperti jargon mereka “Front Pembela Islam”. FPI justru menghancurkan Islam karena dengan sikapnya tersebut FPI malah menampilkan citra Islam yang sangat buruk, Islam yang kental dengan kekerasan. FPI telah berhasil mengubah persepsi orang tentang Islam, Islam bukan lagi agama yang damai, tapi menjadi agama yang keras. Orang (terutama non-muslim) menjadi takut ketika bertemu dengan rombongan orang-orang yang memakai gamis.
March 2nd, 2009 at 8:45 am
KENAPA ISLAM HARUS DIBELA?
BUKANKAH SEMUA AGAMA ITU HARUS KITA JAGA!
FPI kok main berang aj….klo mo hdup tnp adanya agama lain…beli pulau trus dirikan negara islam FPI.
so ga ke ganggu khan!
March 23rd, 2009 at 6:54 pm
FPI ADALAH ORGANISASI YANG TIDAK MENGENAL ALLAH SWT,TIDAK MENGHORMATI NABI MUHAMMAD SAW,DAN TIDAK MENJUNJ8NG ASAS KEISLAMAN,,,….SEMOGA ORANG2 FPI KEMBALI KE JALAN ALLAH
-ALLAH MAHA AGUNG
-ALLAH MAHA ROKHIM
-ALLAH MAHA ADIL
ALLAH MAHA DARI SEGALA MAHA YANG MENCERMINKAN SEBUAH KEBAIKAN,KEDAMAIAN,KETENTRAMAN,DAN PENGHORMATAN YANG TINGGI
TERHADAP PERBEDAAN
KELOMPOK FPI SEMOGA MENYADARI ARTI KETUHANAN ,KEISLAMAN,DAN
TELORANSI,YANG SUDAH DICONTOHKAN NABI MUHAMMAD SAW
SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH..BAGI KELOMPOK FPI
May 11th, 2009 at 11:03 pm
negara indonesia adalah negara BERAGAMA, bukan Negara AGAMA. kalo FPI bersikap seperti itu sangatlah salah besar… kalo FPI mau merubah negara beragama menjadi negara agama, apa tidak sama saja dengan melanggar kebebasan beragama yang selama ini di pertahankan dan di akui oleh pemerintah? kalo inginnya seperti itu, siahkan membuat negara sendiri biar tidak saling mengganggu dan merusak kebebasan orang lain.
ALLAH MAHA AGUNG
ALLAH MAHA ROHIM
ALLAH MAHA ADIL
July 10th, 2009 at 6:06 pm
Aku setuju dengan FPI,, mereka berjuang pertaruhkan nyawa hanya untuk membela islam dari usaha – usaha untuk menghancurkan islam…
Kalian apa tidak melihat negara kita ini?? INDONESIA RAYA?? bangsa berbudaya dan beragama katanya??
Bangsa berbudaya kok Maksiat dianjurkan dan didukung,,perjudian legal, pelacuran legal, korupsi legal, minuman keras legal, orang homo/lesbi dibilang kebebasan hak asasi manusia…Coba anda pikirkan klo hal ini dibiarkan saja,, bangsa kita pasti hancur moralnya spt bangsa jahiliyah..
Apakah anda mau klo budaya spt ini dikembangkan dan tidak ada yang berantas… Emang anda mau seumpama anak putri anda yang masih berumur 10 thn dah jadi pelacur karena dah jadi kebudayaan??
Atau anak anda putra berumur 12 thn sudah mabok, judi, membunuh, memperkosa karena sudah terbiasa dan terdidik oleh budaya??
Semua aturan itu tidak ada yang enak, tapi hasilnya juga pasti baik untuk kita. Salah satu contoh Seorang pencuri harus dihukum potong tangan, memang kejam tapi itu akan memberikan suatu pelajaran bagi yang melakukannya agar tidak mengulanginya lagi.. Dan FPI lah yang mengatur dan membatasi maksiat di negeri kita ini, kenapa malah g kita dukung suatu kebajikan?? Apa anda lebih suka membela kemaksiatan??
September 12th, 2009 at 10:13 am
Saya rasa kita semua menghendekai adanya kedamaian. Namun akankah kedamaian terbangun dari kekerasan yang membabi-buta?
Entahlah…, entah mengapa hati kecil saya tidak menyukai adanya kekerasan itu
September 18th, 2009 at 1:41 am
Fpi jangan sok jagoan, , , , , , ,
October 4th, 2009 at 12:24 pm
Jangan maen hakim ndiri, , , , ,
October 4th, 2009 at 12:27 pm
Saya cuma mau berkata orang bilang kegelapan dan kejahatan harus dimusnahkan tapi apakah kegelapan dan kejahatan harus dibalas dengan kegelapan dan kejahatan dalam hati.
Kegelapan bisa menjadi terang jika kita mau menjadi cahaya di kegelapan itu.Kejahatan tidak mungkin dibalas dengan kejahatan tapi dengan kasih sayang.
Sekarang saya tanya jika mas KOMO mengatakan apakah mau putri kita berumur 10th menjadi pelacur karena kebudayaan.La apa anda tidak mengajarkan ajaran agama pada putri anda misalnya, berarti bila begitu anda telah gagal mendidik anak anda sendiri ke jalan yang benar.Anda saja gagal mendidik diri sendiri dan keluarga bagaimana mungkin mau meluruskan orang lain?!.Lalu apa gunanya Ustad dan Kyai yang setiap hari memberi nasehat dan wejangan kepada masyarakat,berarti anda mengatakan kalo mereka gagal mendidik orang2 ke jalan yang lurus.Apakah FPI dalam amal ibadahnya sudah benar, apakah dia sudah menjadi orang yang paling benar menurut anda, lalu bagaimana dengan ajaran kasih sayang yang selalu didengung-dengungkan oleh orang2 Islam.Saya juga pernah melihat di televisi ada orang cacat digebukin ampe bocor kepalanya ma FPI cuma gara2 jualan didepan Night Club, apakah itu yang dinamakan meluruskan syariat,apa karena kita mengatasnamakan meluruskan syariat kita bisa berbuat semena-mena terhadap orang lain.
Ajaran islam sekarang berbeda dengan ajaran kakek saya dulu, kakek saya mengajarkan “Jangan mengatakan orang hitam jika kaki kamu masih hitam dalam melangkah, jangan mengaku putih jika tindakan kamu dan perkataanmu belum sama2 putih.Dunia ini putih dan hitam dilihat bukan dari penampilan tapi amal ibadahnya didunia.Orang boleh mengaku putih tapi dihadapan Allah belum tentu putih , Orang boleh mengaku hitam tapi dihadapan Allah belum tentu dia hitam.”
Semoga perkataan saya tdk menyinggung anda2 semua karena saya belum bisa menjadi apa yg diajarkan kakek saya.Saya didunia kaki saya masih hitam dalam melangkah tidak bisa seperti mas KOMO yang sudah putih tanpa ada noda sekalipun.
Saya cuma akan mendoakan Orang2 FPI dan mas Komo agar Tuhan memberikan hidayahNYA supaya kembali ke jalan yang benar dan memberikan ampunan atas perbuatan2 kalian.Amin.
October 8th, 2009 at 9:30 pm
apa benar bahwa sapta darma hanyalah sebuah kepercayaa? bukankah saptadarma adalah kepercayaan terhadap Tuhan YME? kalau memang iya, agama sendiri juga memiliki landasan yang sama. lalu apa bedanya? selain itu kenapa sapta darma akan memasuki proses belajar mengajar di SD? kalau menurut saya, kita memiliki hak bagaimana tata cara kita beribadah. yang penting hati kita dan kita tidak menyalahi peraturan yang ada. karena agama dan berdoa hanyalah berurusan antara manusia dengan Tuhan, bukan manusia dengan manusia.
semua yang kita lakukan didunia ini hanya tuhan yang boleh membalasnya, bukan orang lain.jika anda memotong tangan orang, apa bedanya anda dengan pencuri yang mengambil barang orang lain.
October 12th, 2009 at 12:53 pm
Alaaaah…
percuma mas, kl udah arogan ya arogan
. Sudah karakter ribuan tahun. Jd ya maklum aja, pemerintahnya jg mlempem. masa ada ‘insiden barbar’ kaya gitu kok didiemin. Sekali2 dong, FPI
nggruduk rumahnya presiden ato wapres, trus nggebukin orang2 yg ada di dlm rumah.. Sy yakin 1000%, kepalanya pasti pd dibolongi!!!
November 4th, 2009 at 8:12 pm
ADUH,,,,, SEDIH HATIKU,,,, KOQ GA SADAR-SADAR DENGAN HUKUM TUHAN,,, KAMI YANG NON MUSLIM JUGA CIPTAAN TUHAN BUKAN SETAN,,, INDONESIA MILIK SEMUA SUKU DAN AGAMA,,, JANGAN SEENAKNYA DONK!!!!!!!!!! O YA, DI BALI YANG HINDU JUGA BANYAK IKUT KEROKHANIAN SAPTA DARMA,,,, LOW GA PECAYA SILAHKAN CEK AJA,,INGAT QT PUNYA PANCASILA YANG SAKTI DAN BHINEKA TUNGGAL IKA,,, URUS AJA AGAMA N IBADAH LO SENDIRI,, O YA,,, KNP NDA ADA YANG JIHAD YA KE ARAB UNTUK NOLONG TKI-TKI MUSLIM YANG DI SIKSA KAYAK BINATANG,,,, DUH TUHAN,,, SEMOGA MEREKA SADAR,,,,
January 17th, 2010 at 3:08 am
MAS,,, COBA DATANG KE BALI DAN MASUK KE KAPE22 ATAU CLUB2,,,, TANYA PEGAWAINYA DARIMANA DAN AGAMANYA APA,,,,????????? HENDAKNYA PPI DAN MAS NGURUS MEREKA AGAR BERMORAL,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!! MAS ,,,, KITA ORANG INDONESIA YANG BHINEKA TUNGGAL IKA ,,, SETAHU SAYA SEJAK SAYA TAHU BERITA,,, NDA ADA ORANG SAPTA DARMA YANG BUAT ORANG LAEN SUSAH,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
January 17th, 2010 at 3:43 am
Warga Sapta Darma sekarang di dunia ini ibarat anak yatim piatu ( sudah tidak punya bapak /SRI GUTAMA dan ibu /SRI PAWENANG ). Ujian KSD berarti ujian Warga dan Tuntunan, sebagai warga kita harus mawas diri kenapa peristiwa penyerangan FPI bisa terjadi. Yang penting kita harus terus belajar sujud agar sabda-sabda Panuntun Agung Sri Gutama dapat kita nyatakan, karena itu merupakan tugas yang harus kita lanjutkan untuk mengajarkan budi luhur / satrio utomo kepada semua manusia. Nyatakanlah bahwa simbol pribadi yang diterima Bapa Sri Gutama ada dalam dada kita karena itulah tanda kita sebagai warga sapta darma.
Belajar dari peristiwa penyerangan FPI, dari sejarah penyebaran islam di nusantara ini, apabila ada yang berbeda keyakinan maka halal hukumnya untuk dimusuhi bahkan dibunuh sekalipun( contoh di nusantara dan diluar negeri banyak literatur yang dapat kita rujuk ). Itulah Islam syariat yang mereka jalankan dan agung-agung kan sedangkan nilai hakikinya sangat-sangat jauh mereka pahami dan jalani. Dapat kita ambil contohnya karena pengembangannya islam setelah waftnya Nabi banyak dilakukan dengan peperangan, hal itu disebabkan akibat olah pikir dari umat Nabi Muhammad, walaupun sejatinya Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan kekerasan ( apabila Dia disakiti, dihina, dll Dia tidak membalasnya dengan kekerasan, yang Dia lakukan tetap menyayangi dan memberi contoh budi pekerti yang luhur. Padahal menurut daya dan kemampuan yang dimilikinya sangatlah mudah Dia untuk membalasnya ).Sekarang ini Al Quran dan Hadist untuk mereka bagai Menara Gading Berlapis Emas tetapi tidak mampu mereka untuk mengupasnya. Kita lah orang jawa ini yang mampu mengupasnya karena jawa berarti jinemaning wahyu. Warga Sapta Darma mampu untuk mengupasnya karena kita telah dibekali tata cara untuk membacanya dan mengupasnya. Marilah kita terus belajar dan meneliti sujud kita, apakah ucapan Yang Maha Suci sujud Yang Maha Kuasa sudah benar-benar Yang Maha Suci kita yang sujud, dan demikian pula kesalahan dan mertobatnya.
February 6th, 2010 at 5:08 pm
Semoga Tuhan mengampuni mereka…Ameen…
August 25th, 2010 at 9:53 am