Ternyata MUI dibiayai APBN. Aku baru tahu.
Dan jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, Rp 18 triliun pada tahun 2007. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya yang Rp. 16 triliun. Begitulah laporan The Wahid Institute, mengutip keterangan Sekretaris Umum MUI HM Ichwan Syam usai diskusi di Trijaya FM di Warung Daun Cikini Jakarta (3/11/2007).
Tadinya aku kira MUI itu didanai oleh ormas-ormas Islam yang berada di bawahnya. Tadinya aku kira para pengurus MUI itu tidak digaji oleh negara. Tadinya aku kira MUI itu independen. Tetapi ternyata operasinya dibiayai negara.
Lalu, bagaimana mungkin MUI bisa mengeluarkan fatwa-fatwa “ajaib” seperti mengharamkan pluralisme yang menjadi sendi dasar Indonesia? Mengapa MUI begitu gencar menjalin aliansi dengan kelompok-kelompok anti-pluralisme?
I just don’t get it.



mui itu kepanjangannya Maju Untuk Intelligent,,,,,
February 5th, 2008 at 12:20 pm
hahaha…
dendam nih sama MUI yang merekomendasikan sesatnya aliran Eden?
hal yg sama juga akan terjadi apabila aliran Eden jadi agama formal dan punya representasi melalui Majelis Ulama Eden.
pasti Majelis Ulama Eden akan memberi rekomendasi sesat kpd aliran sempalan dari Eden.
hahaha…
April 11th, 2008 at 2:59 pm