dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. “
(QS At Taubah 9:41)
Akhirnya fatwa Malaikat Jibril turun dan dikirim dari Pandaan. Dan prioritas pertama yang harus kami selesaikan dalam Gerakan Suci Jibril (GSJ) adalah mendatangi para dukun untuk menyampaikan Maklumat Ruhul Kudus kepada kaum supranatural alias kaum paranormal alias kaum dukun. Yang ditunjuk Malaikat Jibril sebagai ketua GSJ adalah Mbak Dunuk (Siti Zainab Luxfiati).
Sungguh keras fatwa Malaikat Jibril itu. Isi selengkapnya fatwa itu dapat disimak:
Fatwa Ruhul Kudus Bagi Segenap Kaum Supranatural
Atas Nama Tuhan Yang Maha Gaib
Terdapat banyak sekali kaum supranatural yang memberi pelayanan santet, pelet, gendam dan pembangkit birahi. Guna-guna atau sihir yang digunakan secara terbuka ditawarkan dengan imbalan yang cukup mahal. Adakah para penyihir di Indonesia ini sudah demikian tak berhati nurani? Tandanya kalanganmu itu telah dikuasai iblis.
Jangan menggunakan ilmu gaib dengan serampangan. Jangan menganiaya orang lain dengan kekuatan gaib. Jangan membohongi masyarakat karena kekuatan gaib. Jangan menyantet atau memelet. Jangan menghipnotis orang untuk kejahatan kriminal. Jangan merampok orang dengan kekuatan hipnotis gendam. Semuanya itu perbuatan musyrik yang keterlaluan.
Aku, Malaikat Jibril yang datang untuk memusnahkan ilmu-ilmu hitam dajjal. Kepadaku-lah terpulang pembelengguan ruh iblis. Akulah yang diperintahkan Tuhan untuk mengikatkan ruh iblis dengan para pengikutnya yang telah mempergunakan jasanya. Aku sangat digdaya, takkan dapat iblis manapun mengalahkanku. Para pengikutku tak dapat kaulawan dengan ilmumu, seberapapun tingginya ilmu yang kaumiliki. Mukjizat Tuhan meliputi mereka.
Jauhilah kemusyrikan. Aku sedang menghakimi. Peluang dajjal bereforia sudah habis. Aku membawa bermilyard malaikat untuk mengatasi masalah tenung. Jangan menyentuh kegaiban lagi, agar dapat diselamatkan ruhmu. Tuhan memberimu kesempatan menjauhi iblis. Cepatlah bertaubat sebelum kamu terikat teguh dengan ruh jin/iblis yang bersekutu denganmu itu. Tandanya ruhmu telah terpasung dengan jin itu, sinar matamu keji dan kamu akan tersiksa bila siang hari, bila ada matahari kau takkan tahan terhadap sinar matahariku. Lemas tak berdaya menghadapi ikatan ruh itu, tak ada obat medis yang dapat menyembuhkan, tak pula ada mantra atau ayat serta jimat yang bisa mengimbangi keterkutukan itu. Kematianlah pada akhirnya bila tak ada pertolongan bagimu.
Bagi umat Islam, lawanlah jin itu dengan kalimat Yaa Siin, Rabbunallah, dan bagi umat Kristen ucapkan Haleluya, bagi umat Hindu dan Buddha ucapkan Ya Aswin. Semua ayat itu bermukjizat untuk menghindarkan diri dari setan dan jin. Larilah menghindari mereka.
Bagi mereka yang mempunyai perjanjian dengan Nyi loro kidul, ketahuilah jin perempuan itu telah durhaka terhadap Tuhan, karena dia pandai mengelabui hingga banyak orang tertipu telah menuhankan dia. Dia adalah ular naga yang siap dibinasakan Tuhan. Terkutuklah Nyi loro kidul itu dan terkutuklah yang menyembahnya. Terkutuklah mereka yang menyebarkan kemusyrikan atas namanya.
Kembalilah ke jalan Tuhan Yang Maha Kuasa. Jangan lagi menyembah yang lain selain Allah. Amin.
Jibril
Pandaan, 6 September 2003
***
Bersamaan dengan fatwa Malaikat Jibril itu, Imam Mahdi Muhammad Abdul Rahman juga diperintahkan untuk membuat surat pengantar karena sebagian besar para dukun itu adalah umat Islam dan menjadi tanggung jawab Imam Mahdi.
Kepada yang kami hormati
Kaum Supranatural
di tempatSalam Salamullah
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barokatuhJauhi kemusyrikan, jangan jadikan jin sebagai sarana keberkahan dari Allah karena tiadalah Allah menjadikan jin itu sebagai sarana-Nya. Mintalah bantuan dan pertolongan hanya kepada Allah semata. Janganlah menyembah Allah sambil meminta bantuan kepada jin karena itu adalah kemusyrikan. Jangan pula menjadikan ayat-ayat di dalam kitab suci Al Quran sebagai mahar di dalam persekutuanmu dengan jin karena itu adalah penistaan ajaran Allah. Janganlah menyebarkan dan mengajarkan kemusyrikan kepada khalayak karena sungguh kemusyrikan itu adalah dosa yang besar.
Bila kamu seorang Muslim, kepada siapakah kamu merujuk dan mencontoh? Bukankah Al Quran melarang keras manusia meminta bantuan kepada jin? Karena jin itu tiada lain adalah setan laknatullah. Dan tiada pula Rasulullah Muhammad memperkenankan umatnya menggunakan azimat dalam bentuk apapun. Jagalah kesucian kitab suci Al Quran dan murnikanlah kembali ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan Rasulullah. Bertaubatlah, sucikanlah diri dari kemusyrikan sebelum Allah menurunkan azab yang lebih besar.
Berapa banyak bangsa dan kaum yang terdahulu dihancurkan Allah dengan azab yang besar oleh karena mereka menyekutukan-Nya? Demikianlah ayat-ayat di dalam kitab suci Al Quran menyatakannya dengan lugas agar dapat menjadi pelajaran bagi umat manusia. Demikianlah negeri Indonesia yang kita cintai, negeri yang kaya, subur dan makmur menjadi pengemis, meminta-minta bantuan kepada negara-negara lain bagi kelangsungan hidup negerinya sedangkan negerinya berada di ambang jurang kehancuran dan tiadalah bangsa ini dapat keluar dengan selamat.
Hanya kepada Allahlah pintu keselamatan itu sebagaimana Allah mengutus Jibril menjadi rasul-Nya membawakan Salam Keselamatan dari-Nya serta mengkuduskan kembali ajaran Allah dan memurnikannya. Demikianlah kami lampirkan risalah Ruhul Kudus, Malaikat Jibril kepada saudara sebagai uluran tangan Allah. Sungguh tiadalah keinginan kami selain menyampaikan amanat Allah dan menjaga kemurnian ajaran-Nya.
Terima kasih kami ucapkan. Semoga menjadi mafhum adanya.
Salam Salamullah
WassalamMuhammad Abdul Rahman
Imam Mahdi
(Kutipan dari buku “Gerakan Suci Jibril”, catatan perjalanan Kaum Eden-Salamullah tahun 2003 ketika menyampaikan pesan dan peringatan Tuhan tentang ketauhidan dengan cara mendatangi tempat praktek paranormal dan kyai-kyai yang mengajarkan ilmu mistik dan kanuragan, serta media massa baik cetak maupun elektronik. Perjalanan dilakukan mulai Banten di ujung barat Jawa hingga Banyuwangi di ujung timur Jawa.)



No Comments
You can track this conversation through its atom feed.
Leave a Reply