Setiap karunia yang diabaikan akan menjadi kutukan.
Paulo Coelho

Dokumen pembelaan (Duplik) Muhammad Abdul Rachman, anggota Komunitas Eden, yang didakwa melakukan penodaan agama. Duplik ini merupakan kelanjutan dari Pleidoi dan dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 8 November 2006. Pengadilan Negeri memvonis bebas murni kepada Muhammad Abdul Rachman, tetapi Mahkamah Agung menetapkan hukuman penjara 3 tahun.

Duplik Eden


Anda dapat membaca secara online dokumen pembelaan (pleidoi) Muhammad Abdul Rachman, anggota Komunitas Eden, yang didakwa melakukan penodaan agama. Pleidoi ini dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 6 September 2006. Pengadilan Negeri memvonis bebas murni kepada Muhammad Abdul Rachman, tetapi Mahkamah Agung menetapkan hukuman penjara 3 tahun.

Pleidoi Eden


Silakan membaca ebook “Inkuisisi Eden”, sebuah dokumentasi pergulatan spiritual yang ditulis dengan gaya jurnalisme sastrawi. Buku ini menceritakan tentang peristiwa di Komunitas Eden saat pengadilan terhadap pemimpinnya, Lia Eden (2009), yang didakwa melakukan penodaan agama dan kemudian dijatuhi hukuman 2.5 tahun penjara.

Inkuisisi Eden


Hari ini, Tempo Interaktif memuat berita tentang adanya dugaan kehidupan Aliens di Saturnus. Berita-berita semacam ini mungkin biasa dan cukup sering kita dengar bahwa ada kehidupan di wilayah lain di luar bumi. Tapi, karena sekarang yang berbicara adalah NASA (yang dianggap otoritatif), maka gaungnya terasa kencang.

Aku bukan seorang ilmuwan. Aku hanya masyarakat biasa yang kebetulan ditempatkan Tuhan menjadi saksi pekerjaan-pekerjaan Tuhan di Komunitas Eden. Dan dari pesan-pesan yang turun di Eden melalui Bunda Lia, kelihatannya perjumpaan pertama (first encounter) antara kita dan aliens itu akan terjadi dalam waktu dekat.

Keep reading…


“Hari ini jadi kan ke Salemba?” Pagi-pagi sekali YM bertanya kepadaku. Sudah beberapa hari ini kami memang merencanakan untuk menengok Andit di Lapas Salemba, tapi sudah dua hari tertunda, YM nampaknya ingin memastikan bahwa hari ini kami jadi pergi ke sana.
“Jadi YM,” jawabku. “Mau berangkat jam berapa, kunjungan pagi atau siang?”

Setelah berkoordinasi dengan Nur, isteri Andit, YM memastikan bahwa kami akan pergi siang, sambil membawa makanan untuk Andit.

Keep reading…


Setelah mengambil keputusan untuk kembali ke dunia spiritual, tiba-tiba kemarin aku merasa de ja vu dengan apa yang telah terjadi pada beberapa tahun yang lalu.

Saat itu aku sudah tidak bekerja. Dan kami berdua mencurahkan waktu sepenuhnya untuk urusan-urusan spiritual di Eden. Untuk mendapatkan income, kami berusaha melakukan bisnis, tapi selalu berakhir dengan kegagalan karena jadwal dan komitmen bisnis kami selalu kalah prioritas dengan aktivitas spiritual. Akibatnya, expense melebihi income dan mengakibatkan guncangan.

Keep reading…


Pagi mulai merekah. Kehidupan di Mahoni mulai menggeliat. Satu demi satu para Rasul Eden keluar dari kamar dan memulai aktivitas sejak pagi. Mencuci, mandi, bersih-bersih, berbelanja ke pasar, dan juga memasak untuk sarapan pagi. Tak lupa, anak-anak bangun berolahraga dan menyanyi pagi untuk menghibur Rasul Yanti yang sakit kankernya semakin parah.

Keep reading…


Andreas Harsono, seorang jurnalis investigatif dengan gaya penulisan yang khas membuat liputan yang sangat bagus mengenai Jemaat Ahmadiyah di Lombok.

Liputan yang diberi judul “Ahmadiyah, Rechtstaat dan Hak Asasi Manusia” itu bercerita mengenai nasib Jemaat Ahmadiyah yang terlunta-lunta di tanahnya sendiri. Bahkan bukan hanya terlunta-lunta, mereka diusir, rumahnya dibakar, dan diteror hanya karena keyakinannya berbeda dengan mainstream umat Islam.

Keep reading…


Pagi ini, secara tak sengaja aku mendengarkan obrolan di meja makan antara mbak Titing dan YM.

“Beberapa waktu yang lalu secara tak sengaja saya mendengar ceramah dari masjid di dekat rumah yang menggunakan speaker keras hingga terdengar dari rumah ini. Isinya sangat keras,” kata mbak Titing.

Sambil makan, YM menyimak cerita mbak Titing. Aku yang duduk tak jauh dari situ pun ikut mendengarkan.

“Penceramahnya membahas tentang istilah kata ‘Allah’,” lanjut mbak Titing. “Katanya, istilah Allah itu hanya milik umat Islam. Allah itu berbeda dengan Tuhan. Lihat saja, syahadat itu bunyinya tiada Tuhan selain Allah. Jadi, kalau ada yang menyebut Tuhan itu orang atheis.”

Keep reading…


Setelah cukup lama tidak menulis blog, hari ini aku ingin mulai menulis lagi. Ini adalah pertanda masa selesainya “puasa nge-blog” alias puasa menulis yang aku lakukan.

Berawal dari keinginan untuk ingin lebih menyelami peristiwa dan menahan diri dari membuat analisis/komentar, aku mulai puasa menulis. Aku tak membatasi sampai kapan puasa itu, walaupun aku merasa berat untuk menjalaninya. Banyak peristiwa di depan mata dan banyak hal yang rasanya bisa dituliskan. Rasanya banyak fragmen-fragmen peristiwa yang terlewat begitu saja tanpa tertuliskan.

Keep reading…