Kamu dapat menjadi buta jika melihat setiap hari sebagai hari yang serupa. Setiap hari adalah hari yang berbeda, setiap hari membawa keajaibannya sendiri. Ini hanya urusan memberikan perhatian pada keajaiban ini.
Paulo Coelho

Setelah mengambil keputusan untuk kembali ke dunia spiritual, tiba-tiba kemarin aku merasa de ja vu dengan apa yang telah terjadi pada beberapa tahun yang lalu.

Saat itu aku sudah tidak bekerja. Dan kami berdua mencurahkan waktu sepenuhnya untuk urusan-urusan spiritual di Eden. Untuk mendapatkan income, kami berusaha melakukan bisnis, tapi selalu berakhir dengan kegagalan karena jadwal dan komitmen bisnis kami selalu kalah prioritas dengan aktivitas spiritual. Akibatnya, expense melebihi income dan mengakibatkan guncangan.

Keep reading…


Pagi mulai merekah. Kehidupan di Mahoni mulai menggeliat. Satu demi satu para Rasul Eden keluar dari kamar dan memulai aktivitas sejak pagi. Mencuci, mandi, bersih-bersih, berbelanja ke pasar, dan juga memasak untuk sarapan pagi. Tak lupa, anak-anak bangun berolahraga dan menyanyi pagi untuk menghibur Rasul Yanti yang sakit kankernya semakin parah.

Keep reading…


Andreas Harsono, seorang jurnalis investigatif dengan gaya penulisan yang khas membuat liputan yang sangat bagus mengenai Jemaat Ahmadiyah di Lombok.

Liputan yang diberi judul “Ahmadiyah, Rechtstaat dan Hak Asasi Manusia” itu bercerita mengenai nasib Jemaat Ahmadiyah yang terlunta-lunta di tanahnya sendiri. Bahkan bukan hanya terlunta-lunta, mereka diusir, rumahnya dibakar, dan diteror hanya karena keyakinannya berbeda dengan mainstream umat Islam.

Keep reading…


Pagi ini, secara tak sengaja aku mendengarkan obrolan di meja makan antara mbak Titing dan YM.

“Beberapa waktu yang lalu secara tak sengaja saya mendengar ceramah dari masjid di dekat rumah yang menggunakan speaker keras hingga terdengar dari rumah ini. Isinya sangat keras,” kata mbak Titing.

Sambil makan, YM menyimak cerita mbak Titing. Aku yang duduk tak jauh dari situ pun ikut mendengarkan.

“Penceramahnya membahas tentang istilah kata ‘Allah’,” lanjut mbak Titing. “Katanya, istilah Allah itu hanya milik umat Islam. Allah itu berbeda dengan Tuhan. Lihat saja, syahadat itu bunyinya tiada Tuhan selain Allah. Jadi, kalau ada yang menyebut Tuhan itu orang atheis.”

Keep reading…


Setelah cukup lama tidak menulis blog, hari ini aku ingin mulai menulis lagi. Ini adalah pertanda masa selesainya “puasa nge-blog” alias puasa menulis yang aku lakukan.

Berawal dari keinginan untuk ingin lebih menyelami peristiwa dan menahan diri dari membuat analisis/komentar, aku mulai puasa menulis. Aku tak membatasi sampai kapan puasa itu, walaupun aku merasa berat untuk menjalaninya. Banyak peristiwa di depan mata dan banyak hal yang rasanya bisa dituliskan. Rasanya banyak fragmen-fragmen peristiwa yang terlewat begitu saja tanpa tertuliskan.

Keep reading…


Waktunya sudah sampai. Jadwalnya sudah tiba. Malam perguliran tahun 2009 ke 2010 menjadi pertanda bagi kami untuk meniti sebuah perjalanan baru.

Berawal dari wishlist yang diperintahkan kepada seluruh Komunitas Eden untuk malam pergantian tahun, Tuhan memberikan tanggapan-tanggapan yang disampaikan melalui Bunda. Salah satunya menyangkut sebuah keputusan penting untuk kehidupan kami, yaitu Lala dilepaskan dari anggota Dewan Kerasulan Eden untuk meniti jalan spiritual baru di Wahana Kebangsaan, bersamaku. Keputusan itu tertuang di dalam Wahyu Tuhan melalui surat dari Rutan Pondok Bambu yang membahaskan tentang tentang tanggapan-tanggapan Tuhan mengenai wishlist yang dibuat para anggota Dewan Kerasulan Eden dan Wahana Kebangsaan yang sedang mengikuti proses pensucian di Eden.

Keep reading…


Cover Inkuisisi EdenPuji syukur kepada Tuhan, akhirnya ebook Inkuisisi ini dapat selesai pada waktunya. Buku ini selesai pada 15 Desember, tepat satu tahun sejak penangkapan massal terhadap Komunitas Eden oleh polisi. Mereka ditangkap karena menjalani imannya, bahwa Tuhan sedang berwahyu dan mereka harus menyampaikan Wahyu-wahyu Tuhan kepada pihak-pihak yang dituju. Alasan penangkapan itu adalah sangkaan penodaan terhadap agama Islam yang menyakini bahwa Tuhan tak mungkin berwahyu lagi setelah Nabi Muhammad.

Keep reading…


Puji syukur kepada Tuhan. Akhirnya ujian itu terlewati. Beberapa hari yang terasa mencekam karena aku dan Lala nyaris dikeluarkan dari Eden.

Awalnya adalah kiriman lukisan sketsa yang dibuat Bunda yang dikirimkan ke Lala, yang sekaligus menanyakan kabar Lala. Dari sana kemudian Lala dan aku membuat surat balasan kepada Bunda. Ternyata, surat balasan itu direspon dengan sangat keras oleh Tuhan.

Keep reading…


Hujan terus mengguyur Jakarta pagi ini. Sampai pukul 12, cuaca masih gelap walaupun hujan sudah mulai berhenti. Mendung menggelayut, seakan tak sabar untuk turun menjadi hujan.

Suasana di Eden masih sepi karena puasa bicara. Ada yang betul-betul tak membuka mulutnya alias berkomunikasi melalui tulisan di kertas. Ada juga beberapa yang masih membuka mulut sedikit, berkata-kata tanpa suara; alias mengecilkan volume bicara.

Keep reading…


Pagi ini terasa dingin. Langit mendung. Matahari tak menyembulkan dirinya dari ufuk Timur. Aspal di jalan terlihat masih basah oleh hujan yang turun sejak semalam, mungkin hingga pagi dini hari ini.

Walaupun hari terasa lebih sendu dan suasana di Eden sepi karena sedang puasa bicara, aku tak merasakan energi yang buruk ketika keluar kamar pagi ini. Ketenangan dan kesejukan terasa memancar dari hati-hati yang sedang berdamai dengan dirinya dan sekitarnya.

Keep reading…